1. Setiap mahasiswa yang akan menjalankan kepaniteraan klinik harus membawa surat dari Dekan Fakultas Kedokteran c.q. Wakil Dekan I yang ditujukan

      kepada KOMKORDIK.

    2. Setiap mahasiswa yang akan menjalankan kepaniteraan klinik di bagian harus membawa surat pengantar dari KOMKORDIK, dan melapor ke Kepala Bagian

      masing-masing.

    3. Setiap mahasiswa yang akan bertugas di Rumah Sakit Jejaring harus membawa surat pengantar dari KOMKORDIK, dan melapor ke Direktur RS atau pejabat

      yang ditunjuk.

    4. Daya tampung mahasiswa kepaniteraan klinik ditetapkan berdasarkan rasio pendidik dan peserta didik dengan jumlah maksimal 1 : 5.

    1. Lama masa kepaniteraan klinik tidak melebihi 2 N sesudah dikurangi cuti akademik.

    1. Rumah sakit jejaring atau Puskesmas harus mengikuti Peraturan Akademik dan Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Program Pendidikan Profesi Dokter.

    1. Setiap mahasiswa kepaniteraan klinik harus memakai baju kepaniteraan klinik jas lengan pendek warna putih yang bersih dan rapih dengan tulisan bordir

      “dokter muda” warna hijau di dada kiri atas dan nama mahasiswa di dada kanan atas, dengan kemeja berkerah,wajah kelihatan jelas,memakai sepatu

      resmi,rambut terawat rapih dan tidak gondrong,tidak menggunakan celana jeans,pada perempuan tidak menggunakan sepatu yang berhak tinggi,kuku tidak

      panjang selama kegiatan kepaniteraan,dan memakai tanda pengenal Rumah sakit pendidikan utama/RS jejaring pada saat bertugas.

    2. Setelah menyelesaikan kegiatan kepaniteraan klinik pada satu bagian, mahasiswa harus segera melapor kepada  Koordinator Kepaniteraan Klinik di

      KOMKORDIK paling lambat 1 minggu setelah siklus sebelumnya selesai untuk pengaturan rotasi/siklus kepaniteraan berikutnya.

    3. Bila terdapat masalah dalam pengaturan siklus kepaniteraan klinik atau pada kegiatan kepaniteraan klinik di bagian, mahasiswa diwajibkan melapor pada

      KOMKORDIK cq Koordinator Kepaniteraan

    4. Seorang mahasiswa dapat membatalkan kepaniteraan klinik disuatu bagian, bila cuti akademik atau sakit, dengan menyertakan surat sakit dari dokter

      pemerintah.

    5. Pembatalan kepaniteraan klinik harus mendapat izin tertulis Wakil Dekan Bidang Akademik selambat-lambatnya 3 hari sebelum kepaniteraan klinik.

  1. Mahasiswa diperbolehkan mengundurkan diri dari kepaniteraan klinik bila mahasiswa yang bersangkutan memberikan alasan tertulis kepada kepala bagian

    dan KOMKORDIK cq Koordinator kepaniteraan klinik serta akan diteruskan secara tertulis Wakil Dekan Bidang Akademik.

  2. Mahasiswa yang tidak menyelesaikan kepaniteraan klinik tanpa pemberitahuan sebelumnya (alpa1 hari) maka kepaniteraan klinik pada minggu itu dinyatakan

    BATAL dan sebelum mengganti kepaniteraan klinik di minggu tersebut mahasiswa tidak berhak mengikuti ujian keluar kepaniteraan klinik (KI).

  3. Mahasiswa yang tidak menyelesaikan kepaniteraan klinik karena alasan sakit (maksimal 3 hari) selama siklus berlangsung, maka harus menunjukkan surat

    keterangan sakit dari dokter pemerintah dan dapat melanjutkan siklus kepaniteraan klinik.

  4. Mahasiswa dapat mengajukan permohonan cuti akademik kepada Rektor melalui Wakil Dekan Bidang Akademik selambat-lambatnya 2 minggu sebelum

    semester berjalan.

  5. Cuti akademik tidak diperhitungkan dalam batas waktu studi  dan hanya diperkenankan selama 6 bulan (1 semester).